Jumat, 28 Oktober 2011

One Day

Hari Senin ini adalah hari pertama kembali ke sekolah setelah liburan akhir tahun dan awal tahun. Kembali dengan aktifitas sekolah juga pekerjaan, kembali tanpa orang tua dan hanya berdua dengan kakaknya,tapi mereka tetap dititipkan ke tante mereka yang tinggal di lantai berbeda. Di apartement mewah yang tidak jauh dari daerah perkantoran inilah mereka tinggal, Isla Fardiana dan kakaknya Ruben Kheindra. Isla adalah siswi kelas 10 Nigrads National School Jakarta,sedangkan Ruben mahasiswa tingkat 2 Artusico Institute Jakarta.

“Iya ma ini aku lagi pakai sepatu sebentar lagi mau berangkat sekolah”, ujar Isla sambil mengenakan sepatu sekolahnya namun juga sambil bicara lewat telfon dengan Ibunya di Washington DC.” Bagaimana dengan Ruben? Apa ia sudah bangun?”, ucap Ibunya. “Iya udah kok,Kak Ben sedang menyiapkan sarapannya di dapur.Apa mama mau bicara dengannya?”, Isla meraih tas sekolahnya dan berjalan perlahan menuju dapur.”Iya boleh saja”, “Oke,telfon ini akan kuberikan pada Kak Ben,sekalian ya ma aku mau pamit berangkat sekolah.Bye mom”, Ujar Isla seraya memberikan telfon pada Ruben.“Kak Ben, ini mama telfon.Aku berangkat dulu ya,takut ketinggalan bus transcity jam 6”, ucap Isla.” Kalo udah pulang langsung pulang ya”, balas Ruben.

Keluar dari kamar apartementnya di lantai 10, Isla harus menuju lobby dahulu. Setelah sampai lobby baru keluar menuju shelter bus terdekat. Waktu yang di tempuh dari apartement ke shelter sekitar 10 menit.Shelter bus ramai dengan banyak orang kantoran disana dan Isla selalu berdesak-desakan setiap kali masuk kedalam bus. Isla menunggu bus transcity datang sekitar 2-3 menit. Di dalam bus terkadang bisa duduk,kadang berdiri bergelantung dengan pengangan atas bus.Pemandangan seperti orang orang yang tertidur atau menghindari kantuk dengan mendengarkan musik lewat headset volume maksimal itu sudah biasa di dalam bus. Menurut Isla,enaknya naik kendaraan umum itu bisa lihat karakter&sikap orang kota yang macam macam.

Bus transcity pun datang tapi sayang kali ini Isla harus berdiri karena cukup ramai. Isla memilih untuk berdiri dekat pintu keluar agar mudah dan cepat keluar dari bus.Di shelter selanjutnya, makin banyak orang masuk dan harus mengalah untuk bergeser. Menemukan orang yang sesama pelajar adalah hal yang menyenangkan, ya..setidaknya Isla tidak merasa sendirian diantara orang orang super sibuk ini. Tapi berbeda dengan anak sekolahan yang ini, raut wajahnya yang dingin, badannya tinggi,dan matanya yang tajam membuat Isla ngeri sendiri. Anak itu berdiri di samping kanan Isla, “Kenapa lo liatin gue kayak gitu?”, ucap anak tersebut. “Eh..eh ee..enggak kok, gak papa”, Isla makin ngeri. “ Oh”, balas anak itu dingin dan kembali memandang tajam dan lurus kedepan.

Setelah Isla memperhatikannya,barulah ia sadar dengan lambang sekolah di kantong kemeja anak itu. Ternyata dia siswa Freisder National Plus School Jakarta,salah satu sekolah unggulan disini. Selang 15 menit saatnya Isla turun di shelter bus depan sekolahnya,lalu berjalan menuju gedung sekolah.

Sampai di gerbang Isla langsung disambut oleh Karin Ernanda, seorang sekertaris dari organinasi siswa Nigrads School.” Islaaaa, happy new year!”, ujar Karin dari belakang, “Eh, Happy new year too,Rin!”, balas Isla. “Liburan kemana lo?”, “ Yah gitu deh Sla, gue gak bisa kemana mana. Lo tau sendiri Fazar minta bantuan gue buat program kerja kita awal tahun ini. Lo sendiri kemana?”, tanya balik Karin.” Gue gak kemana mana juga, gantian nyokap bokap yang ke Jakarta”, jawab Isla.” Oh gitu, eh gue duluan ya mau ke ruang osis. Fazar udah nge-ping bbm terus nih.Bye”, langkah Karin pun menjauh lalu Isla melanjutkan perjalanannya menuju kelas.

Di kelas 10-E, kelas Isla yang cukup ramai pagi itu.Kelas dihebohkan dengan pengumuman yang di tempel di mading depan kelas,yap ternyata di pengumuman terbsebut dinyatakan kelas 10 semester 2 sudah boleh mengambil kelas pilihan Seni,Musik,atau Fotografi. Isla merasa senang dengan pengumuman itu juga karena fotografi adalah salah satu minatnya. Hari pertama semester 2 itu semua anak disibukan dengan pengambilan kelas kelas pilihan yang di kordinir oleh masing masing wali kelas.

“Baiklah anak anak, dalam lembaran yang telah Ibu bagikan,kalian bisa memilih 6 kelas pilihan dari 18 daftar kelas yang tersedia. Kalau sudah langsung berikan ke Ibu agar cepat di prosesnya”, ucap Ibu Martina sebagai wali kelas. Anak anak langsung sibuk memilih sesuai keinginan dan bakat mereka. “ Dhila, lo milih kelas apaan? Sama kayak semester 1 enggak?”, tanya Isla. “Hmm…gue sih hampir sama kayak semester 1 tapi chemistry gue ganti sama economic biar bisa masuk kelas social, kalo lo?”, ujar Dhila sambil sibuk menulis di lembaran pilihan. “Ya,gue juga sih tapi geography gue ganti photography”, jawab Isla. “Wah seru tuh lo ambil kelas baru buat anak kelas 10, hahaha”, ujar Dhila sambil tertawa.

Saat siang Isla ke ruang tata usaha untuk mengambil hasil print jadwal semester 2 ini, ia mendapat kelas photography 2x seminggu. Jam yang menunjukan pukul 12.30 dan bel juga sudah berbunyi menandakan waktu pulang. Anak anak langsung keluar kelas dan segera pulang kerumah karena cuaca agak mendung,jadi takut hujan deras. Tapi kali ini Isla tidak bisa pulang cepat, tiba tiba Fazar memanggilnya ke ruang osis. “Isla, lo dimana? Keruang osis ya sekarang”, ujar Fazar di telfon. “Ah lo mah bukannya dari tadi sms gue,iya gue jalan dari gerbang balik lagi ke ruang osis”, gumam Isla sedikit kesal, “ Gak pake lama ya”, Fazar mempertegas. “ Iya,cerewet.”, Isla langsung memencet tombol mematikan telfonnya.

Isla pun sampai ke ruang osis,ruangan yang terletak di lantai 1 dekat ruang musik. Di dalam sudah cukup ramai ternyata, tandanya akan ada rapat untuk membicarakan program kerja mereka 1 tahun ini,karena mereka baru dilantik saat naik ke semester 2 sebelum liburan akhir tahun. Yang memimpin rapat adalah Fazar Prasetya selaku ketua osis,didampingi wakilnya David Ferdinand dan sekertarisnya Karin. Salah satu program kerja mereka adalah studi banding tapi belum tahu sekolah mana yang akan di kunjungi, yang jelas sekolah unggulan yang di utamakan. Pukul 14.00 rapat selesai, diluar masih mendung tapi belum hujan, Isla terburu buru untuk pulang menuju transcity selain menghindari jam sibuk pulang juga menghindari hujan deras.

“Gue pulang duluan ya, takut lama nunggu transcity sama hujan.byeee semua!”, Isla mempercepat langkahnya keluar. “Hahahaha iyadeh anak transcity pulang buru buru, hati hati ya sla !!!!”, teriak Fazar dari dalam ruangan. Sesampainya di shelter bus, beruntunglah Isla langsung mendapat bus ya walau harus berdiri. Di perjalanan sempat terhenti beberapa kali karena lampu merah yang lama dan agak macet karena banyak kendaraan lain masuk jalur bus transcity. Kira kira pukul 14.30 sudah sampai di lobby apartement, nafas Isla agak ngosh ngoshan karena tadi berlari mengejar bus transcity langsung setelah ia beli tiket. Ketika melewati meja resepsionis menuju lift, resepsionis memanggilnya, “Dek Isla, ada titipan kunci dari Kak Rubennya”. “Oh, iya mbak! Makasih ya”, Isla meraih kunci kamar apartementnya lalu masuk kedalam lift.

Masuk ke kamar apartemennya, sepi seperti biasanya. Setiap hari Isla memang menghabiskan waktunya sendiri sebelum kakanya pulang kuliah. Selesai Isla ganti baju ia menuju dapur untuk membuat makanan, dan ada memo di pintu kulkas.

Gue bikin teriyaki tadi pagi, masih ada sisanya kalo mau makan aja. Ohya jangan lupa ambil laundry di bawah jam 5 ya. Btw, gue udah buang sampah hari ini. Jadi besok giliran lo, Oke?

Nb: kalo hujan deras berarti gue pulang agak malem.

Regards,

Ruben. :)

Setelah membaca surat itu,teriyaki buatan kakaknya ia hangatkan di microwave lalu ia merebus buncis untuk dimakan. Ternyata teriyaki ini lebih enak dibanding buatan restoran jepang yang sering ia temui. Yap, memang Ruben pintar memasak. Sisa waktu sore ini ia habiskan dengan membaca modul modul baru semster 2 dan browsing internet hingga waktu menujukan pukul 5 sore,Islapun menuju tempat laundry di ground floor.

Pukul 8 malam bel kamar apartement berbunyi,Ruben pulang dari kampusnya. Lalu mereka menyiapkan makan malam mereka bersama, dengan memasak sup dan grilled salmon. Walau hidup mereka dibilang serba berkecukupan tetap saja ada ‘kurang’ yaitu kedua orang tua mereka yang berada di Washington.

***************

Sabtu, 06 Agustus 2011

Lyrics

Midnight thought

behind the lyrics: between Jakarta and England,missing someone.


Try to sleep but I can’t

count the sheep but it doesn’t worth

why oh why?

cause you running around my mind


Stars still shinning

I jumped from my bed

see the light of Jtown

with my midnight thought


You are so far far away

you never know about my mind

I think about you every night

I hope you well in England

When we can meet again?

cause you awake in my mind

yes, I can’t sleep until now


Try to sleep but I can’t

it’s already 2 AM here

why oh why?

cause I can’t take my mind from you


I still sit on the window

I don’t wanna back to my bed

see the light of Jtown

with my midnight thought


You are so far far away

I want to know what’s on your mind

Are you think about me every night?

I hope you miss me in England

When we can meet again?

cause I wish you were here

yes, I can’t sleep until now


nb: sudah sangat lama lirik ini,orangnya udah pulang -_-

3

Tangisan ke-seribu

ribuan tetes air mata mengalir
demi menatap wajah dunia
dan untuk mengarungi samudra
sudah seribu kali aku begini
bimbang..tiada tujuan

Surya Tenggelam

Kau tenggelam menelan mimpi
Kau hilang bersama harapanku
Kapan mereka kembali?

Ksatria Yang Gugur
nb: ini ada hubungannya dengan post sebelumnya

Aku harus kalah
pulang dengan tangan kosong
tanpa sebuah pencapaian
Maaf, aku belum kuat.

Ksatria yang bangkit

Created in the beginning of February 2011 and finish today.

Sejak perang terakhir itu...
Aku menjadi takut,karena aku belum sanggup
perang terakhir itu menjadi trauma
Aku tak percaya pada kemampuan ku
dan merendahkan diri sendiri..

Telah lama aku mati suri dalam kebisuan
menderita dalam tangisan
dan memohon pada Tuhan
agar terlepas dari rasa tak sanggup ini

Tuhan, Ia menjawab semuanya
gerbang baru itu telah terbuka
dan cahaya dari dalamnya.

Dengan segala kekuatan&keberanian
aku mulai bangkit menatap dunia.
Perlahan kulepaskan trauma
dan mengubahnya jadi lembaran baru yang indah

Iya,aku telah bangkit
Aku kembali jadi seorang ksatria.

nb: i'am amateur to making a good poem

Refresh

Hi guys,sorry i've deleted those stories because i want to refresh this page. Hope you more like it ;D

Jumat, 27 Agustus 2010

My 3rd!!

heyyo blogger,this is my 3rd blog for sharing my short story or sometimes my galau strories!!
enjot it everybodeh

xoxo
Dita